Tugas VB II

Published July 10, 2012 by fatimastmik4

Private Sub aplikasipenghitungangaji_Click()

upenghitungangaji.Show

End Sub

 

Private Sub gaji2_Click()

ugaji2.Show

End Sub

 

Private Sub hurufmutu_Click()

uhurufmutu.Show

End Sub

 

Private Sub keluar_Click()

STMIKPringsewu = MsgBox(“apakah anda mau keluar dari progam ini?”, vbYesNo, “warning”)

If STMIKPringsewu = 6 Then

End

Else

file.Show

End If

End Sub

 

Private Sub penjualantiketkeretaapi_Click()

utiketkereta.Show

End Sub

 

Private Sub ptpulangpetang_Click()

uptpulangpetang.Show

End Sub

 

PRAKTIKUM 1

Private Sub Combo1_Click()

Dim GL As String

Dim GP, TJ, PJ, TT As Currency

GL = Combo1.Text

If GL = “I” Then

GP = 15000000

TJ = 150000

ElseIf GL = “II” Then

GP = 2000000

TJ = 200000

ElseIf GL = “III” Then

GP = 2500000

TJ = 250000

Else

GP = 3000000

TJ = 300000

End If

PJ = (GP + TJ) / 10

TT = GP + TJ – PJ

Text4.Text = GP

Text5.Text = TJ

Text6.Text = PJ

Text7.Text = TT

End Sub

 

Private Sub Command1_Click()

Text1.Text = “”

Text2.Text = “”

Text4.Text = “”

Text5.Text = “”

Text6.Text = “”

Text7.Text = “”

Combo1.Text = “”

Text1.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

Text1.Text = “”

Text2.Text = “”

Text4.Text = “”

Text5.Text = “”

Text6.Text = “”

Text7.Text = “”

Combo1.Text = “”

Text1.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

 

Private Sub Form_Load()

Combo1.AddItem “I”

Combo1.AddItem “II”

Combo1.AddItem “III”

Combo1.AddItem “IV”

End Sub

 

PRAKTIKUM 2

Private Sub Command1_Click()

Dim GP, TJ, POT, GK, PJ, GD As Currency

GP = Val(Text1.Text)

TJ = Val(Text2.Text)

POT = Val(Text3.Text)

GK = GP + TJ – POT

PJ = (GK * 10) / 100

GD = GK – PJ

Text4.Text = GK

Text5.Text = PJ

Text6.Text = GD

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

Text1.Text = “”

Text2.Text = “”

Text3.Text = “”

Text4.Text = “”

Text5.Text = “”

Text6.Text = “”

Text1.SetFocus

 

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

 

Pratikum 3

Private Sub Combo1_Click()

Dim NPM, NM, JR As String

NPM = Combo1.Text

If NPM = “11100012” Then

NM = “BINTANG ANDROMEDA”

JR = “SISTEM INFORMASI_S1”

ElseIf NPM = “11100076” Then

NM = “FITRA DWI MARTHIN”

JR = “SISTEM INFORMASI_S1”

ElseIf NPM = “11100010” Then

NM = “MAULANI”

JR = “SISTEM INFORMASI_S1”

End If

Text2.Text = NM

Text3.Text = JR

End Sub

 

 

Private Sub Command1_Click()

Dim NQ, NT, UTS, UAS, NA As Integer

Dim HM As String

NQ = Val(Text4.Text)

NT = Val(Text5.Text)

UTS = Val(Text6.Text)

UAS = Val(Text7.Text)

NA = (NQ + NT + UTS + UAS) / 4

If NA < 50 Then

HM = “E”

ElseIf NA < 60 Then

HM = “D”

ElseIf NA < 70 Then

HM = “C”

ElseIf NA < 80 Then

HM = “B”

Else

HM = “A”

End If

Text8.Text = NA

Text9.Text = HM

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

Text2.Text = “”

Text3.Text = “”

Text4.Text = “”

Text5.Text = “”

Text6.Text = “”

Text7.Text = “”

Text8.Text = “”

Text9.Text = “”

Combo1.Text = “”

Combo1.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

 

Private Sub Form_Load()

Combo1.AddItem “11100010”

Combo1.AddItem “11100012”

Combo1.AddItem “11100016”

 

End Sub

 

Private Sub Text4_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text5.SetFocus

End If

End Sub

 

 

Private Sub Text5_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text6.SetFocus

End If

End Sub

 

 

Private Sub Text6_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Text7.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub Text7_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

Command1.SetFocus

End If

End Sub

 

PRAKTIKUM 4

Praktikum 5

 

Private Sub CMDPROSES_Click()

Dim s As String

s = Mid(txtnik.Text, 9, 1)

If s = “A” Then

txtgolongan.Text = “A”

txtjabatan.Text = “MANAGER”

txtgapok.Text = “3000000”

txttunjangan.Text = “875000”

 

ElseIf s = “B” Then

txtgolongan.Text = “B”

txtjabatan.Text = “KA SEKSI”

txtstatus.Text = “2500000”

txttunjangan.Text = “525000”

 

ElseIf s = “C” Then

txtgolongan.Text = “C”

txtjabatan.Text = “staff”

txtgapok.Text = “2000000”

txttunjangan.Text = “325000”

 

End If

 

s = Left(txtnik.Text, 3)

If s = “KEU” Then

txtjabatan.Text = “ACCOUNTING”

ElseIf s = “ADM” Then

txtbagian.Text = “ADMINISTRATION”

ElseIf s = “SDM” Then

txtbagian.Text = “GENERAL AFFAIR”

ElseIf s = “EDP” Then

txtbagian.Text = “IT UNIT”

ElseIf s = “SPM” Then

txtbagian.Text = “SECURITY”

End If

 

s = Right(txtnik.Text, 1)

If s = “S” Then

txtkodestatus.Text = “S”

txtstatus.Text = “SINGLE”

ElseIf s = “M” Then

txtkodestatus.Text = “M”

txtstatus.Text = “MENIKAH”

ElseIf s = “D” Then

txtkodestatus.Text = “D”

txtstatus.Text = “DUDA”

ElseIf s = “J” Then

txtkodestatus.Text = “J”

txtstatus.Text = “JANDA”

End If

 

s = Mid(txtnik.Text, 5, 4)

txttahun.Text = s

txttotalgaji.Text = Val(txtgapok.Text) + Val(txttunjangan.Text)

 

End Sub

 

Private Sub Command2_Click()

txtnama.Text = “”

txtnama.SetFocus

txtnik = “”

txtgolongan = “”

txtkodestatus = “”

txttahun = “”

txtjabatan = “”

txtbagian = “”

txtgapok = “”

txttunjangan = “”

txttotalgaji.Text = “”

txtstatus.Text = “”

End Sub

 

Private Sub Command3_Click()

txtnama.Text = “”

txtnama.SetFocus

txtnik = “”

txtgolongan = “”

txtkodestatus = “”

txttahun = “”

txtjabatan = “”

txtbagian = “”

txtgapok = “”

txttunjangan = “”

txttotalgaji.Text = “”

txtstatus = “”

End Sub

 

Private Sub Command4_Click()

End

End Sub

 

 

Advertisements

Delapan Korban Minibus Maut Masih Dirawat

Published June 12, 2012 by fatimastmik4
12/06/2012 11:42
Delapan Korban Minibus Maut Masih Dirawat

Sementara sopir minibus, Hadi Mahrowi, yang juga masih mendapatkan perawatan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang menewaskan sembilan warga Desa Turus, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu.

Menurut Hadi, sebelum kecelakaan terjadi rem mobilnya tidak berfungsi. Rombongan ini sedianya akan melakukan pembuatan KTP elektronik (e-KTP) sebelum akhirnya minibus yang membawa mereka terjun ke jurang

BI Akhirnya Luncurkan Aturan Kartu Kredit

Published June 12, 2012 by fatimastmik4

Selasa, 12 Juni 2012 | 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah ditunggu-tunggu selama hampir lima bulan, akhirnya Bank Indonesia menerbitkan ketentuan teknis terkait kartu kredit. Sedianya aturan ini keluar tak lama setelah dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) pada Januari 2012.

Seperti yang sudah disinggung-singgung sebelumnya, SE soal ini menentukan mekanisme pembatasan jumlah kartu kredit berdasarkan minimum pendapatan nasabah tiap bulan sebesar Rp 3 juta – Rp 10 juta. Mekanismenya, jumlah Penerbit Kartu Kredit yang dapat memberikan fasilitas Kartu Kredit kepada
seorang Pemegang Kartu adalah maksimum hanya dua Penerbit Kartu Kredit.

Selain itu, jumlah maksimum plafon kredit secara kumulatif yang dapat diberikan kepada seorang Pemegang Kartu Kredit adalah tiga kali pendapatan tiap bulan Pemegang Kartu Kredit.

“Calon Pemegang dan Pemegang Kartu Kredit yang memiliki minimum pendapatan tiap bulan di atas 10 juta tidak dikenakan pembatasan tersebut,” ungkap Kepala Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran Boedi Armanto yang menandatangani SE tersebut.

SE yang berlaku mulai Senin, (11/6) ini juga mengatur tentang mekanisme penagihan kartu kredit menggunakan jasa pihak penagihan, pembatasan pengenaan bunga, sampai batas umur pemegang kartu.

Beberapa aturan terkait kartu kredit yang termuat dalam SE APMK:

  • Batas Umur: Minimal 21 tahun atau minimal 18 tahun bila sudah menikah, yang diberlakukan pada 1 Januari 2013.
  • Batas Gaji Nasabah: Minimal Rp 3 juta, berlaku 1 Januari 2013.
  • Batas Bunga: 3 persen per bulan, berlaku 1 Januari 2013.
  • Plafon pinjaman: Tiga kali gaji, berlaku 1 Januari 2013.
  • Kartu tambahan: Umur minimal 17 tahun atau sebelum 17 tahun tapi sudah menikah.
  • Waktu penagihan: Diatur cara penagihan dan jadwal penagihan.
  • Penggunaan pin: Minimal enam digit, berlaku 1 Januari 2015.

KPK Periksa Kekayaan Foke Dua Jam

Published June 12, 2012 by fatimastmik4

Selasa, 12 Juni 2012 | 11:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Selasa (13/6/2012) ini, giliran petahana Fauzi Bowo yang akan menjalani verifikasi harta kekayaan di kediamannya di Jalan Teuku Umar 7, Jakarta. Verifikasi yang dilakukan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini merupakan salah satu rangkaian yang harus diikuti dalam mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

Ketua Media Center Foke-Nara, Kahfi Siregar, membenarkan bahwa tim KPK mendatangi kediaman Fauzi Bowo untuk melakukan verifikasi harta kekayaan. Pemeriksaan ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data LHKPN yang dimiliki oleh KPK sebelumnya, calon Gubernur incumbent, Fauzi Bowo tercatat memiliki harta paling banyak pada 2010. Total harta pria berkumis ini mencapai Rp 46,93 miliar. Sedangkan, pasangannya, Nachrowi Ramli, tercatat hanya memiliki total kekayaan Rp 683,122 juta.

Namun, berdasarkan pemeriksaan beberapa waktu lalu, harta kekayaan Nachrowi Ramli mencapai Rp 15,7 miliar. Dengan rincian, harta tidak bergerak 8 bidang tanah senilai Rp 5,9 miliar, harta bergerak berupa alat transportasi dan mempunyai beberapa usaha Rp 1,5 miliar. Kemudian, surat berharga Rp 500 juta ditambah deposito, tabungan giro, dan tunai sebesar Rp 3,9 miliar.

Tidak hanya itu, ia juga memiliki tabungan dalam mata uang dollar AS sebesar 30.003 dollar AS dan piutang asuransi Rp 3,8 miliar. Hingga saat ini, tim KPK sebanyak lima orang masih melakukan pemeriksaan di dalam rumah petahana. Diperkirakan pemeriksaan harta kekayaan di rumah dinas Fauzi Bowo ini akan berlangsung selama dua jam.

Tabrak 2 Mobil, Menteri AS Diselidiki

Published June 12, 2012 by fatimastmik4

Selasa, 12 Juni 2012 | 11:30 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com – Menteri Perdagangan Amerika Serikat John Bryson harus berurusan dengan polisi setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Los Angeles akhir pekan lalu, seperti dilansir Los Angeles Times, Senin (11/6/2012).

Bryson yang mengendarai Lexus menabrak sebuah mobil dari belakang di perlintasan kereta api pada Sabtu (9/6/2012) sore, menurut polisi setempat. Dia kemudian keluar dari mobilnya dan berbicara dengan ketiga orang di dalam Buick itu, sebelum masuk kembali ke mobilnya.

Saat hendak meninggalkan tempat itu, Bryson kembali menabrak mobil tersebut. Orang-orang itu kemudian mengikuti mobil Bryson dan menghubungi nomor darurat 911 untuk minta bantuan polisi.

Insiden tidak berhenti di situ. Bryson yang melanjutkan perjalanan kembali menabrak sebuah mobil lain dekat sebuah perempatan. Tidak lama setelah kejadian itu, Bryson ditemukan sendirian di belakang kemudi mobilnya dalam keadaan tidak sadar. Setelah mendapat pertolongan pertama, Menteri Perdagangan itu dibawa ke rumah sakit.

Dalam insiden itu Bryson dikenai pasal tabrak lari, meskipun tidak ditahan karena langsung dibawa ke rumah sakit. Menurut polisi, tidak ada tanda-tanda Bryson dalam pengaruh obat-obatan atau minuman keras.

Juru bicara Departemen Perdagangan membenarkan kejadian itu. “Menteri Bryson terlibat dalam kecelakaan lalulintas di Los Angeles akhir pekan kemarin. Dia mengalami kejang-kejang. Penyelidikan masih berlangsung,” begitu pernyataan Departemen Perdagangan AS.

Pada Senin (12/6/2012), Gedung Putih mengumumkan bahwa Bryson mengajukan cuti dengan alasan kesehatan. Juru bicara Presiden Barack Obama Jay Carney mengatakan Bryson akan menjalani “pemeriksaan dan evaluasi kesehatan”.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan televisi di Iowa, Obama mengungkapkan harapannya bahwa menterinya itu dalam kondisi sehat. “Kami masih mencari tahu (yang terjadi), sepertinya itu terkait masalah kesehatan, tapi kami akan memastikan dia mendapat perawatan yagn terbaik,” kata Obama, seperti dikutip AFP.

Di negara bagian California, hukuman bagi kejahatan tabrak lari adalah hukuman penjara atau denda hingga 10.000 dollar AS. Hukuman lebih berat dijatuhkan bila kecelakaan itu menyebabkan kematian atau cedera berat.

Tidak jelas apakah kejang yang dialami Bryson menjadi penyebab atau dampak dari kecelakaan tersebut, menurut The Washington Post. Bryson tidak akan dituntut secara hukum bila kecelakaan itu disebabkan oleh masalah medis.

Namun dia terancam kehilangan surat izin mengemudi sampai ada keterangan dari dokter bahwa yang bersangkutan sudah mendapat perawatan dan masalah kesehatannya sudah teratasi, menurut peraturan Badan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan Raya AS.

Pelajar Indonesia Ikuti Lomba Kewirausahaan Dunia

Published June 12, 2012 by fatimastmik4

Selasa, 12 Juni 2012 | 11:25 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Tim pelajar Indonesia bakal berkompetesi dalam Global Enterprise Challenge (GEC) di Kyoto, Jepang pada 15-17 Juni 2012. Tim Indonesia yang terdiri dari enam pelajar itu menamakan dirinya Tim BNI46 – Exhaust Development Corporation.

Pelepasan tim Indonesia dilakukan di di Jakarta, Selasa (12/6/2012). Hadir antara lain pendiri Surya Institute Prof Yohanes Surya.

Keenam pelajar Indonesia yang akan berangkat ke Jepang adalah Andi Harun Nur Akhar (SMAN 1 Berau), Kezia Alaia (Madania Secondary School), M Rafif Prasetyo (Darul Hikam International School Bandung), Sastia Ardianingtyas (SMAN 2 Kudus), Winda Kirana Marantika (SMAN 1 Yogyakarta), dan Yonathan Nikolaus (SMAK BPK Penabur Tasikmalaya).

Pelajar yang mewakili Indonesia ke GEC 2012 ini sebelumnya mengikuti Indonesian Science Entreprise Challenge dan Asian Science Enterprise Challenge 2012.

Program GEC merupakan perlombaan yang dirancang untuk pemuda-pemudi berusia 16-19 tahun dengan fokus pada keterampilan kewirausahaan. Program kewiarausahaan yang ditawarkan harus berbasis sains dalam menciptakan ionovasi baru yang memberi jawaban atas tantangan di abad ke-21 ini.

Usut Video Porno, BK Minta Bantuan Polri

Published June 12, 2012 by fatimastmik4

Selasa, 12 Juni 2012 | 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akan meminta kepolisian untuk mengusut kasus video asusila yang diduga melibatkan politisi PDI Perjuangan, Karolin Margret Natasa. Langkah itu diambil lantaran Karolin membantah perempuan dalam video itu adalah dirinya.

“BK akan kirim surat ke Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan siapa yang menyebarkan (video) dan siapa yang ada di video. Itu harus diselidiki oleh laboratorium digital forensik. Mabes Polri yang punya itu,” kata Ketua BK M Prakosa di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa ( 12/6/2012 ).

Prakosa menjelaskan, saat diperiksa BK selama 20 menit, Karolin membantah perempuan dalam video berdurasi satu menit adalah dirinya. Anggota Komisi IX DPR itu juga tengah mempertimbangkan melaporkan kasus itu ke Kepolisian dengan sangkaan pencemaran nama baik.

Prakosa menambahkan, langkah BK meminta bantuan kepolisian lantaran kurang kuatnya hasil analisis para ahli telematika. Para ahli itu, kata Prakosa, tidak bisa memastikan 100 persen bahwa perempuan itu adalah Karolin. Karena itu, BK sulit mengambil keputusan.

“BK tak punya perangkat untuk melakukan analisis yang sahih. Ahli kemarin katakan ada 45 persen kemiripan dan ada yang bilang sebagian besar kemiripan. Jadi, kita serahkan kepada Mabes Polri dan kita tunggu hasilnya,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu.

Kepolisian pernah menangani kasus serupa yakni ketika mengusut video porno yang melibatkan Ariel-Luna Maya serta Ariel-Cut Tari. Bareskrim Polri dapat memastikan bahwa ketiganya terlibat dalam dua video yang beredar di masyarakat. Bahkan, penyidik dapat menangkap para penyebar video itu.